Tukang Tipu Ga mutu
Tadi subuh 30.06.2009 2.25am, saya dapet sms dari nomor: +6285716339698. Isi pesannya begini:
Anda Mendapatkan 2 PESAN GAMBAR dr +6285716339698 dan lainnya, Untuk Menampikan: ketik: TP (spasi) +6285716339698 (spasi) 12345 kirim ke 151 (2X Gratis).
Baru pagi sih gue bales,
Woi tukang tipu. Lo kira lo pinter sendiri hah? Anjing.
2 kali gue kirim tp masih belom delivered sampe skarang. itu 12345 lebih rela gue pake buat sms tukang tipu deh drpd gue ksh pulsa cuma2 ke dia. Cuh…
Mengurangi Kata Maaf
Kata Taomingse juga, kalo maaf bisa menyelesaikan masalah buat apa ada polisi? Penjara bisa kosong. Arogan. But he’s rite.
Jumlah kata maaf yang dikeluarkan seseorang berbeda-beda tergantung sifat si orang tersebut. Ada si plegmatis yang sering banget ngomong kata ini walaupun dia ga salah, sampe orang arogan yang ga pernah bilang maaf, karena merasa dirinya ga pernah salah dan menganggap asalkan dia ga kena dampak sesuatu maka ga ada masalah.
Bukan yang seperti itu maksud judul saya itu. Tapi bagaimana agar kita ga usah melanggar janji sehingga ga usah mengatakan kata maaf.
“Maaf saya ga jadi dateng, abis udah masak nasi”"
“Maaf saya belom selesai buatnya, tadi malem ketiduran, soalnya …”
Maaf-maaf begini sebenernya mengarah pd menyalahkan suatu keadaan. Saya benar-benar muak dengan orang yang begini.. Kecuali si soalnya itu emang bener-bener ga bisa terhindarkan loh ya..
Kenapa? karena ini berkaitan sama janji, ujung2nya sama integritas. Saya ga bilang jd saya ok2 aja sama org yg tiba2 ilang ga ada kabar. Itu sih orang paling sucks dari yang paling sucks. Saya tetep lebih menghargai orang yg masih berani memberi kabar dng embel2 maaf itu.
Balik lagi, kalo emang ga bisa menyanggupi, ga usahlah bilang iya. Bilang aja ga bisa. Ga usahlah mengotori dunia sama janji-janji palsu.
I will, I do, tolong hargai kebermaknaan kata-kata tersebut.
Mari mengurangi penggunaan kata maaf dengan memperbaiki diri sendiri.
Si bayi yang baru lahir

Semoga orang-orang yang melahirkan bisa merawatnya dengan baik sehingga bisa memenuhi impian, cita-cita, dan harapan.
Dagelan itu bernama partai politik
Dari dulu, politik bukanlah hobi saya, karena saya ga tau asiknya (masalah saya kali ya). Tapi belakangan, ternyata asik juga. Asik buat hiburan maksudnya. Apalagi melihat manuver-manuver yang dijalankan masing-masing partai politik.
1-2 bulan yang lalu, masih anget lah ya, betapa harotnya kampanye-kampanye parpol itu. partai a yg membela apalah, partai b yang memperjuangkan apalah, dsb, dsb. Masing-masing seolah-olah datang dengan ideologi yang kuat dan tidak mungkin disatukan dengan idealisme partai lain. Masing-masing membuat image sehingga orang (mungkin) bisa menentukan, saya pilih a tapi anti sama c.
Tapi, begitu hari pemilihan tiba dan quick count mulai dilaksanakan, mulai deh tuh manuver-manuver merapat. A mendekat ke c lah, d mendekat ke b lah. Ga ada lagi tuh yang keliatan punya ideologi yang jelas. Semuanya tinggal badut plin plan yang koalisi kiri koalisi kanan. Semua jadi kompromi sehingga orang skeptis kek saya tinggal ketawa dan menganggap mereka semua sebetulnya cuma mau berkuasa, dan hal ini jadi makin mencurigakan. Mencurigai tentang seberapa asik menjadi penguasa, tentang apa yang akan mereka mau lakukan seandainya mereka berkuasa. Ga cukup ya kursi di dpr untuk menyuarakan suara rakyat (kata mereka, mereka adalah wakil rakyat, jd anggep aja suara mereka = suara rakyat).
Makin kesini makin keliatan, yang saling meleburlah. Heyy kalo emang ideologinya sama n bisa disatuin sama parpol-parpol lain ngapain sih kemarin-kemarin bikin parpol sendiri.
Itu namanya pengkhianatan, pengkhianatan terhadap orang-orang yang memlih suatu partai tertentu. Ketika image yang dibangun cukup membuat seseorang suka partai a tapi anti partai b sehingga di bilik suara dia milih partai a. Kemudian karena itung2an suara partai a kurang, terus si partai a mendekat2 ke partai b. Itu namanya mengkhianati pemilih partai a kan, a? Kemudian ada partai a, b, c yang mendekat ke d (pas banget) trus pas si d milih cawapres bukan dari a,b,c eh pada pundung. Coba ya, kl misal si d milih a, emang b dan c ga pundung hah?
Aneh memang, dan tertawalah, tertawa karena ini adalah pesta. Sebuah pesta 5 tahunan, yang katanya namanya pesta demokrasi.
lately
sulitnya menjadi pasir, apalagi menjadi air
ketika semua hal tertoreh tak bisa terhapus dengan mudah
seperti menggores di atas batu…
Comments(3)
Comments(1)
Comments(1)



