Arsip untuk Maret, 2008|Halaman arsip bulanan
ga tau ah judulnya apa
tapi kalau kepiting ingin melaut dulu, kura-kura bisa bilang apa..
hehehehe.. ga jelas
capd
no… it’s not Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis neither Central Auditory Processing Disorder
but capd… ce a pe d.. cape de..
huuuhhh
berusaha bersabar untuk sesuatu, seorang atau sekumpulan karena berpikir lebih baik menambah teman daripada deretan musuh. tapi kalau itu hanya menambah beban mental, pikiran, apakah tetap layak dicoba?
ketika akhirnya merasa jadi korban karena sepertinya sesuatu seorang atau sekumpulan itu tidak memberikan aksi seperti yang diharapkan, sebesar aksi yang sudah saya keluarkan. tapi apakah mereka peduli?
saya pikir hidup saya untuk saya saja. tp ternyata banyak diantara bagian2 itu ternyata dedicated untuk hal lain. ketika ga bales email sehari saja saya sudah merasa bersalah.. disisi lain bhkn ada yg tidak peduli kalau disms dengan embel2 penting. huuhhh..
kayanya gue lg dalam aura negatif deh sekarang-sekarang ini. dan supaya gue ga tambah negatif, sepertinya harus mulai menyingkirkan sesuatu seorang atau sekumpulan itu. yg pasti kl ga menyingkirkan pun saya ga akan coba berusaha memberikan effort saya deh. daripada bete sendiri. emg org lain peduli. kaga.. yg paling penting tuh diri sendiri lagi.
so stay back people.. aum..
demi saya yang lebih baik
kamu? siapa ya?
naik lagi turun lagi
huuu… kapan baliknya. naik dua hari, turun lagi.
pdhl minyak 99 nih.. ya… mdh2an bei ga kena banyak pengaruh deh.. masa mau beli lagi? ato beli lagi aja? hmm…
hidup penuh risiko
basi bener judulnya…
tapi gue emang lagi mengalami sih.. trus pas dipikir lagi, walah iya bener juga kalo ternyata dari hal kecil juga berisiko juga. ngomongin apa sih?
jadi gini.. pernah ga sih dikantor lagi jenuh, mulai liat2 list sametime, ato di rumah lg liat2 list messenger.. trus akhirnya.. klik seseorang dan sapa.
jawaban yang didapat bisa bermacam-macam ternyata
1. orang tersebut lagi sibuk/mau pergi/mau off –> kecewa tp yaudahlah mgkn momennya ga pas.
2. terjadi obrolan menyenangkan sehingga lupa waktu dan lupa kerja
3. terjadi obrolan tidak menyenangkan atau bahkan kalimat pertama juga sudah dipatahkan dengan lugasnya.
Kalo yang ketiga yang terjadi, biasa sih yang terjadi tutup windows, or ekstrimnya sign off langsung.
Nah.. itu juga sih.. kenapa akhir2 ini (ato mgkn br sadar belakangan) gue sering mengalami yang ketiga ini. Apakah kemampuan gue berkomunikasi sedemikian buruknya, sampe orang selalu salah tangkep dan memberi jawaban yang tidak menyenangkan untuk dibaca. Ya wong namanya orang butuh hiburan, nyapa orang malah dinyolotin atau dibawa ke jalan yang menyebalkan. Pengen nimpuk ga sih.. Trus ntar kalo guenya udah bete pasti dibilang sensi lah, pundungan lah. Padahal yang mulai siapa. gue kan datang dalam damai. Ya mungkin kalo sekali-dua kali-tiga kali masih gapapa. Tapi kalo ud keseringan, sepertinya saya harus setuju sama orang ini, bahwa cara temenan kita yang terbaik adalah dengan tidak berteman. dan… om ym sudah bisa membantu kita lho.. ada stealth setting disana. hohoho
untuk seorang
untuk seorang yang tanpanya gue ga akan ada disini sekarang
untuk seorang yang harusnya begitu dekat tapi sosok unreachable buat gue
untuk seorang hebat yang pernah jaya namun sekarang sedang terpuruk
untuk seorang yang bahkan tidak tau kalau seorang anaknya ada di penjara
orang yang meninggalkan tanah kelahirannya puluhan tahun lalu untuk mencari ayah dan secercah harapan untuk keluarganya
yang pergi tanpa bermodalkan apa-apa hanya tekad dan nekat
yang kemudian menemukan ayahnya, kecewa, lalu membangun keluarganya sendiri disini.
orang yang pernah dipuja oleh sanak-sanaknya (karena hartanya?)
orang yang dihormati orang-orang sekelilingnya (karena kekuasaannya?)
tapi dimana orang-orang itu sekarang.
engkau telah begitu hebat dan mahsyur hingga tidak ada yang berani menyentuhmu.
bahkan disaat kau telah begitu jatuh, tidak ada yang berani (atau bisa) untuk menasihatimu…
begitu juga aku, namun siapalah saya.. msh ingatkah kau bhkn kau punya aku?
untuk seorang yang begitu angkuh namun memberikanku makhluk terhebat yang aku kenal.. ibuku..
kakekku, andai saja aku bisa berkata padamu yang ingin aku sampaikan
tinggalkanlah semua. sudah cukup usahamu. kau akan terus jadi orang hebat buatku. berhentilah menyakiti dirimu sendiri. anak-anakmu membutuhkanmu. disini.
Komentar (1)
Tinggalkan sebuah Komentar
Komentar (3)



