Arsip untuk November, 2008|Halaman arsip bulanan

Saya adalah seekor burung kecil

lagu suka lagu ini, padahal ga tau artinya

Rendition

Beberapa hari yang lalu akhirnya gue tonton juga nih film, padahal belinya udah dari kapan tau. Ga gitu ngerti film apaan, cuma kebiasaan aja nonton film2nya reese jadi akhirnya beli film inih. Ternyata ceritanya tentang seseorang keturunan mesir (yang udah tinggal di US puluhan tahun, ahli teknik kimia, beristrikan org US –> si reese) yang diambil (diculik) sama pemerintah US (CIA) waktu dia balik dari afrika selatan ke US atas nama mengatasi terorisme, dipenjara disiksa dipaksa ngaku kalo dia ada hubungan sama seseorang teroris atas dasar ada nomor yang dikenali sebagai nomor teroris menghubungi hp si orang itu. Dimana mungkin aja ada kesalahan dalam peneleponan (artinya si teroris ga menghubungi si orang yang diculik-diciduk-dipenjara-disiksa-dipaksa ngaku itu).

Cape banget nontonnya dalam artian banyak banget emosi yang muncul dari film ini.

- Emosi seorang istri yang senang karena suaminya akan pulang dari afrika, menjemput di bandara, namun sampai orang terakhir keluar, suaminya tidak muncul. Hpnya tidak bisa dihubungi, bingung suaminya dimana n keadaannya gimana. Atas bantuan seorang “teman” akhirnya tau kalo suaminya jadi korban “rendition”.

- Emosi seorang anak yang sudah menanti dengan sangat kepulangan ayahnya.

- Emosi seorang agen CIA yang baru pertama kali menyaksikan adegan penyiksaan terhadap orang yang dikira teroris atau memiliki hubungan dengan terorisme.

- Emosi seorang yang tiba-tiba ditahan ketika turun dari pesawat, karena ia masih warganegara mesir walau tinggal di US puluhan tahun, karena ia muslim (sepertinya, saya kurang ingat), karena ia ahli teknik kimia yang kebetulan ada di afrika selatan untuk menghadiri suatu konferensi ilmiah dan diduga ia terlibat dalam pembuatan bom, karena ada dugaan seorang teroris menghubungi ponselnya.

- Emosi seorang laki-laki yang kakaknya tewas dalam jihad dan temannya tertangkap dalam suatu aksi dan hendak meneruskan perjuangan kakaknya serta temannya, dengan membunuh ayah dari pacarnya.

- Emosi seorang anak yang dipaksa menikah dengan laki-laki pilihan ayahnya, yang memiliki hubungan dengan seorang pria yang ternyata menjadikan ayahnya target sasaran.

- Emosi seorang ibu yang akhirnya tahu pengorbanan anaknya.

Hmm, banyak kan? Filmnya 2 jam lebih, mungkin hampir 3 jam, dengan emosi sebanyak itu bahkan lebih. Mungkin sama capenya seperti habis nonton crash.

-spoiler alert- gossip girl lagi

Kali ini isinya beneran spoiler.

Ga terlalu seru karena ga ada quotes yang bisa dipetik.

Tapi menyenangkan karena bart n chuck berbaikan. Si bart sampe minta maaf ke chuck. huhuy. keren.

Udah itu blair juga menerima cyrus setelah sebelumnya membuat skema2 ala blair waldorf. Buat yang suka intrik pasti kurang cocok sama episode tadi malem tapi yang suka kedamaian kyny suka deh.

Tapi orang yang damai-damai aja apa nonton gossip girl sih?

Cari apa sih?

Kenapa sih kecenderungan untuk tidak hidup di masa sekarang begitu besar

Bayangan-bayangan akan hari esok yang akan datang

Ingatan-ingatan akan asiknya hari kemarin

Apa yang tersisa hari ini?

lelahnya menunggu esok

euforia hari kemarin

Toh hari ini juga akan jadi kemarin dan hari esok akan jadi hari ini.

Bila hari ini tidak melakukan apa-apa hanya terlena oleh pesona esok dan kemarin, apa jadinya esok hari kita?

Kadang kita hanya terlalu sibuk memikirkan alangkah asiknya bila hari ini sudah terlewati

Alangkah senangnya bila esok sudah tiba

Tapi sesudah itu? Apa?

Hari-hari yang mesti dijalani juga tetap dengan euforia kemarin dan indahnya esok?

sinisme kambuh lagi

Barusan saya lagi baca koran, sambil si ayah lagi nonton TV. Tadinya dia nonton sinetron dari negeri sendiri (cinta produk dalam negeri mungkin ya). Trus ada adegan di mana ada perempuan melotot-melotot sambil teriak-teriak nyuruh-nyuruh seorang perempuan yang tampak pasrah untuk nurut aja gitu disuruh apaan aja (kok kaya lagi di-os gitu sih?), kakinya si perempuan pasrah ini disuruh ditaro di kayu yang kaya untuk jepit kepala penjahat di film judge bao gitu deh. Tapi ini untuk kaki. Ditarolah kakinya dua-duanya disana, sambil nangis-nangis. Trus si perempuan galak melotot ini teriak2, “dulu saya pernah dipasung, sekarang kamu harus mengalami apa yang saya rasakan” (kan kaya os kan?). Gue cuma terperangah. Ada ga sih kejadian kaya gitu di kehidupan sehari-hari. Berapa banyak sih orang yang punya pemasung untuk kaki didalam kamar? Atau dirumahnya aja deh.

Terus pas iklan si ayah oper-oper saluran tivi, kayanya masuk ke tv kabel, ketemu sinetron juga, kayanya sinetron singapur gitu (ga ngertilah, bahasanya mandarin gitu, cuma ada teks inggrisnya). Ceritanya ada anak ketauan mencuri di sekolahnya (tertangkap rekam oleh kamera cctv), orang tuanya dipanggil sama kepala sekolahnya, diimbau untuk berdialog sama anaknya. Pulang dari sekolah, si bapak dan ibu langsung teriak-teriak ke anaknya, intinya kecewa kenapa anaknya mencuri. “emang kurang apa duit yang papah kasih kasih untuk beli kartu pokemon?”. “Ambil cambuk” kata sang bapak, ibunya yang lagi marah langsung ngasih. “Mana tangan kamu?” Kata si bapak lagi, terus dipukul deh tangan anaknya. Sambil maksa anaknya ngaku. Dalam keadaan terjepit dan kesakitan anaknya akhirnya bersuara. “Saya tidak beli kartu pokemon”. “Jadi untuk apa kau mencuri”, kata si bapak jagoan itu lagi. “Saya mencuri karena saya ingin membeli waktumu ayah, selama sejam, untuk menonton konserku”. “Saya sudah menabung selama setahun dan menjual semua kartu pokemon saya, tapi jumlahnya tidak sampai seratus dolar sehingga tidak cukup membeli sejam waktumu, karena itulah saya mencuri. DANG!!!.. Hancurlah itu orang tua dua-duanya.

Sama-sama cuplikan 3 menit. Sama-sama produksi asia tenggara, tapi memberi makna yang berbeda sekali bagi saya yang sekelebat saja menontonnya.

Halaman Berikutnya »