Arsip untuk Mei, 2009|Halaman arsip bulanan
Dagelan itu bernama partai politik
Dari dulu, politik bukanlah hobi saya, karena saya ga tau asiknya (masalah saya kali ya). Tapi belakangan, ternyata asik juga. Asik buat hiburan maksudnya. Apalagi melihat manuver-manuver yang dijalankan masing-masing partai politik.
1-2 bulan yang lalu, masih anget lah ya, betapa harotnya kampanye-kampanye parpol itu. partai a yg membela apalah, partai b yang memperjuangkan apalah, dsb, dsb. Masing-masing seolah-olah datang dengan ideologi yang kuat dan tidak mungkin disatukan dengan idealisme partai lain. Masing-masing membuat image sehingga orang (mungkin) bisa menentukan, saya pilih a tapi anti sama c.
Tapi, begitu hari pemilihan tiba dan quick count mulai dilaksanakan, mulai deh tuh manuver-manuver merapat. A mendekat ke c lah, d mendekat ke b lah. Ga ada lagi tuh yang keliatan punya ideologi yang jelas. Semuanya tinggal badut plin plan yang koalisi kiri koalisi kanan. Semua jadi kompromi sehingga orang skeptis kek saya tinggal ketawa dan menganggap mereka semua sebetulnya cuma mau berkuasa, dan hal ini jadi makin mencurigakan. Mencurigai tentang seberapa asik menjadi penguasa, tentang apa yang akan mereka mau lakukan seandainya mereka berkuasa. Ga cukup ya kursi di dpr untuk menyuarakan suara rakyat (kata mereka, mereka adalah wakil rakyat, jd anggep aja suara mereka = suara rakyat).
Makin kesini makin keliatan, yang saling meleburlah. Heyy kalo emang ideologinya sama n bisa disatuin sama parpol-parpol lain ngapain sih kemarin-kemarin bikin parpol sendiri.
Itu namanya pengkhianatan, pengkhianatan terhadap orang-orang yang memlih suatu partai tertentu. Ketika image yang dibangun cukup membuat seseorang suka partai a tapi anti partai b sehingga di bilik suara dia milih partai a. Kemudian karena itung2an suara partai a kurang, terus si partai a mendekat2 ke partai b. Itu namanya mengkhianati pemilih partai a kan, a? Kemudian ada partai a, b, c yang mendekat ke d (pas banget) trus pas si d milih cawapres bukan dari a,b,c eh pada pundung. Coba ya, kl misal si d milih a, emang b dan c ga pundung hah?
Aneh memang, dan tertawalah, tertawa karena ini adalah pesta. Sebuah pesta 5 tahunan, yang katanya namanya pesta demokrasi.
lately
sulitnya menjadi pasir, apalagi menjadi air
ketika semua hal tertoreh tak bisa terhapus dengan mudah
seperti menggores di atas batu…
Komentar (2)
Komentar (4)



