Baik-baiklah Menyalahkan yang Benar
Benar Tetaplah benar.
Baik Selalu Baik
Salah Adalah Salah
Iyakah?
Belakangan saya menyadari sepertinya ga juga ya. Content benar bila diucapkan oleh orang yang salah maka contentnya bisa dianggap salah.
Maksudnya gini,
- misalnya ada seorang yang emang terkenal suka memberi petuah motivasi2 handal bilang abcde
- lalu ada orang biasa, anggeplah orang emosian kek saya yang ngomong juga tentang abcde
Gimana respon pendengarnya?
Sebagian besar orang pasti akan setuju dan makin ngefans sama si orang terkenal. Saya? Mungkin orang akan mengangkat sebelah alisnya sambil bilang, “ngomong apa sih lo?’ “b*lls*it” dll dll. Mungkin ga ky gitu? Mungkin banget dong.
Kesimpulannya apa? Kesimpulannya baik, salah, dan benar itu ga objektif, masih memilah-milah siapa yang berbuat, siapa yang mengutarakan, siapa yang mengungkapkan. Manusia masih terlalu sombong untuk mengakui bahwa semua orang membawa wisdomnya sendiri-sendiri.
Coretlah slogan don’t judge a book by its cover (karena kalo beli buku belakangnya cuma foto penulis dan bukunya diplastikin). Slogan kita belajar dari semua orang harus ditinjau ulang, karena kita masih punya idola-idola penyampai kebenaran, yang lain hanya sampah.





Mungkin banyak orang menganggap sugesti dari orang2 t’knal (yg dah t’bukti) lebih ampuh dibanding kata2 dari kita ato org2 di skitar (biasa2 aja), karena mereka melihat kita ini blom ada apa2nya.
Gitu mungkin pendapat saya.
Salam kenal!!